OtakuONLINE - Anime Uma Musume telah resmi tayang di Jepang tanggal 1 April kemarin. Pada awalnya penulis mengira ini hanyalah sekedar anime moefikasi kuda biasa dengan bumbu idol dan semacamnya, tetapi dugaan itu ternyata salah besar. Siapa yang menyangka kalau dalam anime ini terdapat beberapa persamaan dengan pacuan kuda di dunia nyata, mulai dari nama sampai ke fasilitas latihannya. Penasaran? Mari kita bahas satu per satu.
Nama para gadis kuda Uma Musume ini mungkin terdengar asing bagi kebanyakan orang. Tapi ini hal berbeda untuk para penggemar olahraga pacuan kuda di Jepang sana. Nama-nama yang digunakan dalam Anime ini diambil dari nama kuda pacu yang benar-benar ada di Jepang. Nama-nama “unik” para Uma Musume seperti Special Week, Silence Suzuka, El Condor Pasa, mereka semua adalah kuda pacu yang cukup terkenal. Selain nama, beberapa karakteristik khusus dari kuda pacu tersebut juga coba ditampilkan ke tiap karakter yang muncul di anime ini. Contohnya adalahy rambut putih milik Special Week dan tutup telinga hijau (yang seharusnya bagian dari topeng) milik Silence Suzuka.
Tokyo Racecourse adalah tempat dimana Special Week pertama kali melihat Silence Suzuka tampil. Arena ini bisa dibilang sebagai sebagai arena pacuan kuda terbaik di Jepang. Selain arena yang luas, tempat ini juga memiliki pemandangan Gunung Fuji di sebelah barat daya dan tidak ketinggalan berbagai stand makanan dan minuman di banyak tempat.
Kuda pacu berenang? Mungkin seperti itu pertanyaan yang muncul pada kebanyakan orang ketika menonton salah satu adegan saat Special Week mengitari sekolah. Kolam renang yang ditampilkan di situ bukanlah sebuah fiksi, melainkan benar-benar ada di dunia nyata. JRA Training Center memiliki sebuah fasilitas berupa kolam indoor air hangat untuk para kudanya. Fasilitas ini memiliki tujuan untuk melatih stamina, keseimbangan tubuh, serta rehabilitasi untuk setiap kuda yang masuk ke sana.
Bagaimana, cukup menarik bukan? Apakah di episode selanjutnya akan ada hal yang serupa juga? Kita nantikan saja kelanjutannya sambil berharap nasib “kuda pacu” yang sedang sakit berat tidak diadaptasikan ke anime ini. Sebab apabila hal tersebut dilakukan, maka genre anime ini akan berubah menjadi tragedi…






Tidak ada komentar:
Posting Komentar